Jadi Lebih Aman, Ini Cara Mencegah DBD Kembali Datang

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang merupakan masalah kesehatan global. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Meskipun DBD bukan penyakit yang baru, jumlah kasusnya terus ada di berbagai belahan dunia, termasuk daerah tropis dan subtropis.

Selain vaksin, ada berbagai tindakan yang dapat diambil untuk mencegah penyakit ini. Salah satunya adalah menjaga kebersihan lingkungan. Anda bisa menyediakan sabun atau barang-barang lain yang dibutuhkan, mulai dari sabun cuci tangan murah, spray anti nyamuk, dan berbagai keperluan lainnya.

Ini dia penjelasan lengkap tentang cara mencegah penyakit DBD.

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sebelum membahas langkah-langkah pencegahan DBD, penting untuk memahami apa itu DBD, bagaimana penularannya, dan apa gejalanya:

  • Penyebab DBD

DBD disebabkan oleh empat serotipe virus dengue yang berbeda (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4). Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi.

  • Penularan

Nyamuk Aedes yang menggigit orang yang terinfeksi dapat menjadi pembawa virus dan menularkannya kepada orang lain melalui gigitan. Oleh karena itu, nyamuk Aedes adalah vektor utama penularan DBD.

  • Gejala 

Gejala DBD meliputi demam tinggi, nyeri sendi dan otot, sakit kepala parah, ruam kulit, mual, muntah, dan penurunan jumlah trombosit dalam darah. Dalam beberapa kasus, DBD dapat berkembang menjadi demam berdarah yang parah dengan komplikasi serius, seperti perdarahan internal.

Cara Mencegah DBD

Pemerintah melalui Kemenkes mensosialisasikan cara mencegah DBD yaitu 3M. 3M merupakan singkatan dari tiga kegiatan berikut ini:

  • Menguras tempat penampungan air
  • Menutup tempat-tempat penampungan air
  • Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi dijadikan tempat sarang dari nyamuk Aedes aegypti, jenis nyamuk yang dapat membawa menyakit DBD

Selain langkah 3M, Ada beberapa cara lagi yang bisa Anda lakukan.

1.     Pengendalian Nyamuk Aedes

Langkah pertama dan paling penting dalam pencegahan DBD adalah mengendalikan populasi nyamuk Aedes yang bertindak sebagai vektor penularan virus dengue. 

Berikut ini adalah cara-cara untuk mengendalikan populasi nyamuk ini:

  • Menggunakan Kelambu dan Insektisida

Selama tidur, gunakan kelambu yang telah disemprotkan dengan insektisida atau kelambu yang tertutup. Gunakan juga semprotan anti nyamuk pada kelambu, jendela, dan pintu untuk mengusir nyamuk.

  • Menggunakan Semprotan Anti Nyamuk

Gunakan semprotan anti nyamuk di kamar atau rumah Anda. Semprot ruangan Anda lalu tinggalkan ruangan tersebut sekitar 10 menit. Hindari menetap di ruangan setelah Anda menyemprot ruangan tersebut demi kesehatan Anda.

  • Pakaian Pelindung

Kenakan pakaian panjang dan berwarna terang untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Pakaian panjang memberikan perlindungan tambahan.

  • Lotion Anti Nyamuk

Produk lotion anti nyamuk juga bisa jadi pilihan Anda untuk mengatasi penyakit DBD masuk ke tubuh Anda.

2.     Menghilangkan Tempat Berkembang Biak Nyamuk

Nyamuk Aedes bertelur di air tergenang, jadi menghilangkan tempat-tempat berkembang biak nyamuk sangat penting:

  • Buang Barang Tidak Diperlukan

Buang barang-barang yang tidak diperlukan di halaman atau pekarangan yang dapat menampung air hujan, seperti pot bunga yang tidak terpakai, ember bekas, dan lain-lain.

  • Tutup Wadah Air

Tutup rapat wadah air seperti bak mandi, tong, dan ember untuk mencegah nyamuk bertelur di dalamnya.

  • Bersihkan Penampungan Air

Jika Anda memiliki bak penampungan air, pastikan untuk membersihkannya secara rutin untuk menghindari penumpukan larva nyamuk.

3.     Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan sekitar memegang peranan penting untuk melindungi Anda dari nyamuk Aedes aegypti. Lingkungan yang bersih tentu tidak disukai oleh nyamuk.

  • Membersihkan Tempat-tempat Berkembang Biak

Rutin bersihkan bak mandi, selokan, kolam renang, dan tempat-tempat lain yang dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk dengan menggunakan sikat atau alat lainnya.

  • Mengelola Sampah dengan Baik

Pastikan sampah rumah tangga diolah dengan baik. Sampah yang berserakan dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

4.     Partisipasi Komunitas

Melibatkan Komunitas: Ajak komunitas Anda untuk bersama-sama menjalankan program pencegahan DBD, seperti mengadakan pembersihan lingkungan, kampanye penyuluhan, dan mengatur penggunaan insektisida secara efektif.

5.     Vaksinasi (jika tersedia)

Beberapa negara telah mengembangkan vaksin untuk DBD. Jika vaksin DBD tersedia di wilayah Anda, pertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi untuk melindungi diri Anda dan keluarga dari penyakit ini.

6.      Surveilans dan Respons Cepat

 

Pemerintah dan sistem kesehatan perlu menjalankan program surveilans untuk mendeteksi wabah DBD secara dini. Respons cepat termasuk isolasi kasus DBD, pengobatan yang tepat, dan pengendalian nyamuk di daerah tersebut.

Pencegahan DBD adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu, komunitas, dan pemerintah. Melakukan langkah-langkah sederhana seperti mengendalikan nyamuk, menggunakan repelen, dan menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk dapat membantu melindungi diri dari DBD. 

Selain itu, penting untuk memahami risiko DBD di wilayah Anda dan berpartisipasi dalam upaya pencegahan bersama-sama dengan komunitas Anda. Dengan tindakan yang tepat, kita dapat mengurangi penyebaran DBD dan mencegah dampak serius penyakit ini. Jaga kebersihan lingkungan Anda dan lakukan upaya pencegahan secara terus-menerus untuk melindungi diri, keluarga, dan komunitas dari DBD.

Next Post

Eat Healthy Food to Lose Weight

Eating healthy food is a way to keep fit and lose weight. Comparing with eating pills, it is undoubtedly a healthy and effective method. Because no side effects on the body, this method is loved by many people. Why are you fat? The so-called scientific way to lose weight refers […]