Transaksi Hasil Lokal di Pinggir Jalan Raya, Begini Keluhan Warga dan Mama-mama Pasar di Dogiyai

indonesiasatu, 30 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

DOGIYAI - Setelah Pasar Baru yang di bangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai berlokasi di Kampung Tokapo. warga masyarakat Kabupaten Dogiyai tidak ingin berjualan di pasar yang sudah di sediakan oleh Pemerintah Daerah. 

Pasalnya, pasar tersebut di bangun cukup jauh dari jantung kota Dogiyai, akhirnya masyarakat bertransaksi hasil lokal di sepanjang jalan raya Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Ilaga sepertinya, di depan Kantor DPRD Dogiyai dan di terminal, mulai dari jembatan kali tuka sampai jalan masuk Kantor Pos.

Salah satu penjual Hasil Lokal di Jalan Raya depan Kantor DPRD belum lama ini, saat ditemui Wartawan Media ini menyatakan, kami berjualan disini karena pasar di kampung Tokapo yang sudah dibangun oleh Pemerintah itu jauh dari jantung kota Mowanemani Dogiyai," katanya.

Ia berharap agar ada pasar yang layak bertransaksi di jantung ibukota Dogiyai.
Pasar yang sudah di bangun oleh Pemerintah Daerah di Kampung Tokapo itu merugikan mama-mama pedagang penjual Hasil lokal.
Menurutnya, karena sementara ini di Dogiyai belum ada pelayanan publik seperti Angkutan roda empat lintas kampung ke kota dan sebaliknya, lagipula jalan penghubung kampung ke kota saja belum menjangkau sampai ke dusun-dusun.

Ia juga mengungkapkan apa yang mereka alami sementara bertransaksi di pinggir jalan, disini di pinggir jalan Poros Nabire Ilaga KM 200 ini sering Kami bertahan hujan dan terik mata hari, "kalau hujan datang petatas masak yang kami jual biasanya kami menyimpan di tempat yang aman agar tidak kena hujan, sebab kalau hujan datang, selalu membasahi kain dan daun pohon yang kami alas Jualan. Kalau hanya terik mata hari tidak apa-apa, tetapi kendaraan lewat biasanya kami menghirup Debu dan asap kendaraan," ungkapnya.

Kordinator Relawan Mama-mama Pasar Dogiyai juga megaku kepada Wartawan di Pasar mama-mama tepatnya diatas jembatan kali tuka belum lama ini, kasihan mama-mama pasar di Dogiyai sudah lama mereka bertransaksi hasil lokal di sepanjang jalan Poros Nabire Ilaga KM 200 yakni ada 3 tempat yang kami ketahui yaitu, mama-mama di Kamuu Timur dan sekitarnya berjualan menahan panas dan hujan di pinggir jalan Poros Nabire Ilaga, mama-mama dari kamuu bagian barat mereka bertransaksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Dogiyai, sedangkan ribuan masyarakat Kabupaten Dogiyai lainnya bertransaksi hasil lokal di sepanjang jalan Poros Nabire Ilaga KM 200.

Persoalan ini harusnya dengan serius memberikan perhatian penuh kepada mama-mama dengan membangun Pasar mama-mama Papua yang layak bertransaksi di jantung kota Dogiyai agar masyarakat benar-benar merasakan uluran tangan dari Pemerintah Daerah.

"Masa orang pendatang ko bisa berjualan di tempat yang layak sementara orang asli Papua di Dogiyai di pinggirkan," ungkap Goo.
Sebenarnya hasil daripada Jualan mama-mama kita di pasar ini untuk menghidupi keluarga dan untuk membiayai anak dalam menjenjang pendidikan, "tapi ya nyata begitu" tangisnya. (Aleks Waine)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu