Sat Pol PP Bubarkan Pedagang di Pasar Karisa Jeneponto, Hatipah: Saya Mau Makan Apa Pak?

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Sejumlah pedagang kaki lima yang menjual diluar area Pasar Sentral Karisa Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dibubarkan oleh Sat Pol PP saat melakukan penertiban pedagang, Selasa (11/6/2019).

Penertiban pedagang tersebut, melibatkan Dinas Prindag, Dinas Perijinan dan petugas Sat Pol PP, memaksakan pedagang gulung tikar untuk mencari tempat lain menjual.

Tiga orang pedagang kecil yang menjual ikan diluar area pasar tersebut terpaksa injak kaki pergi dengan tamparan halus dari pemrintah.

Salah seorang pedang bernama, Hatipah, yang tadinya mangkal terlebih dahulu harus pergi membalut luka bersama dua orang temannya sambil membawa ikannya yang sebentar lagi membusuk.

"Mau di apa pak, kami juga ingin ikuti aturan pemerintah tapi tempat didalam tidak layak untuk ditempati menjual karena jorok sehingga pembeli tidak ada yang mau datang ketempat saya membeli ikan, makanya saya keluar menjual pak," katanya.

Menurut dia, bukannya tidak ingin menaati peraturan. Mereka juga tidak punya maksud untuk merusak keindahan dan ketertiban kota. Hanya, tuntutan hiduplah yang memaksa mereka berbuat demikian.

"Ikanku ini mudah busuk pak, kalau tidak laku terjual pasti memakan modal, di Es kembali, jadi apa yang saya mau makan kasihan kalau tidak ada keuntungan pak, ini hanya modal kecil kasihan kalaupun ada untungnya hanya penyambung hidup dengan anak-anak kami," ungkap Hatipah dengan sabar.

Ditemapat yang sama, Dinas Perindustrian dan Perdangangan (Disprindag), Kabupaten Jeneponto, Muh. Jafar mengatakan, penertiban pedagang ini dilakukan merupakan tindak lanjut dari bulan puasa baru - baru ini.

Selain itu kata dia, penertiban ini juga atas hasil keputusan rapat dari pimpinan untuk menjawab aduan sebagian masyarakat yang meminta dilakukan penertiban kepada para pedangang liar di lokasi bahu jalan.

"Penertiban ini tidak hanya dilakukan didepan pasar karisa, tetapi diseputar jalan Bontosunggu Kota yang diduga mengganggu kemacetan bagi pengguna jalan," katanya.

Jafar mengaku, sebenarnya para pedagang ikan ada tempat disiapkan didalam pasar, Bahkan masih banyak kosong, cuma penjual itu sendiri yang lebih memilih menjual diluar dengan alasan tidak ada prmbeli didalam pasar.

"Itu cuma alasan pedagang saja dan baralasan juga tempatnya jorok. Padahal pedagang itu takut ikannya busuk sehingga dia keluar menjual supaya ikannya laris karena diluar banyak pembeli," jelas Jafar meniru ucapan pedagang.

 

Editor : Samsir
  • Whatsapp

Index Berita