Lahan Warga Tak Dibayar, BPPKAD dan PKPP Jeneponto Saling Lempar Bola

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Ke dua Instansi tersebut, pada Pemerintahan Kabupaten Jeneponto (Pemkab), yakni. Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) dan kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP), diduga saling lempar tanggungjawab tentang pebayaran lahan warga yang tak kunjung terbayarkan.

Sebelumnya, tahun 2016 silam. Pemkab Jeneponto membangun akses jalan penghubung diatas lahan milik warga sepanjang 6-7 Km (Kilometer), jalan penghubung antara Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu dan Desa Bulo - Bulo, Kecamatan Arungkeke.

Karena tak dibayarkan, salah seorang warga, Tuan Ali menutup paksa jalan tersebut dengan batu bata setinggi dada orang dewasa dan panjang selebar bahu jalan (empat meter).

Ali, mengaku lahan miliknya sudah empat tahun belum terbayarkan sama sekali sejak proyek jalan tersebut selesai dibangun tahun 2016 silam.

"Intinya. Saya tutup, supaya pemerintah ada perhatian serius kepada masyarakat untuk membayar lahan kami. Ada perjanjian setelah selesai proyeknya lahan akan dibayar termasuk pemilik lahan laiinnya, tapi sampai sekarang (2019) tidak ada penyelesaian," ungkap Tuan Ali sesaat lalu.

Sementara itu, kepala seksi Pertanahan, pada kantor dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP), Kabupaten Jeneponto, Sumiati mengatakan, mengenai hal tersebut silahkan konfirmasi ke bidang Aset Pak Musakkir. Namun sekarang penggantinya Ibu Dahlia menjabat bagian Aset Daerah.

Menurut Sumiati, pada ditahun 2016 lalu, pihaknya tidak punya keterlibatan persoalan tersebut.

"Nanti setelah masuk tahun 2017 kemarin kantor kami diberi wewenang menangani ganti rugi soal pembayaran lahan. Jadi menyangkut ganti rugi saya memang yang tangani sekarang 2017, untuk pembayaran lahan," ungkap Sumi.

Saat dikonfirmasi, kapala Bidang Aset, Dahlia mengatakan masalah pembebasan lahan bukan di BPPKAD (Aset) yang tangani tapi di Dinas Tata Ruang.

"@sy ke bid.aset masalah pembebasan lahan bukan lg di aset....maka kalo boleh nanti besok di hubungi pak muzakkir yg tangani sebelum sy [9/6 17:53]," tulisnya lewat via whatsApp, Minggu (9/6/2019).

Dikatakan Dahlia, pihaknya sementara menghubungi Ka Subid yang menangani dulu.

"@Inshaa Allah....nanti sy hubungi pak muzakkir....krn baru2 sy bicara sm kasubid.an.asdi....katanya nanti besok dia hubungi pak muzakkir@[9/6 18:14]," tulisnya lagi.


Editor : Samsir
  • Whatsapp

Index Berita