Lahan Tak Dibayarkan, Warga Terpaksa Tutup Jalan di Jeneponto

samsir, 08 Jun 2019,
Share w.App T.Me

JENEPONTO- Pemilik lahan, Tuan Ali terpaksa menutup jalan dengan pasangan batu bata tinggi dua meter dan panjang empat meter kerena lahan miliknya tak kunjung dibayarkan.

Diketahui, jalan tersebut sepanjang 6 - 7 Km (Kilometer), akses penghubung antara Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu dan Desa Bulo - Bulo, Kecamatan Arungkeke.

Akibat dari penutupan jalan penghubung tersebut, para pengguna jalan keluhkan lantaran jauh mutar begitupun dari arah sebaliknya.

Hal itu diungkapkan oleh, Tuan Ali kepada Indonesiasatu.co.id, Sabtu (08/6/2019).

Menurut Ali, jalan itu ditutup agar pihak terkait punya perhatian serius kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran pembebasan lahan kerena sejauh ini tidak ada kejelasan.

Ali mengaku, semua pemilik lahan yang kena proyek jalan tersebut belum ada yang dibayarkan sama sekali.

"Saya sudah jenuh dijanji - janji. Proyek ini dikerja pada tahun 2016 lalu. Namun sampai sekarang sudah masuk 2019 belum ada penyelesaian dari pihak pelaksana proyek," katanya.

Bahkan pihaknya sudah mendatangi kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dab Pertanahan, Kabupaten Jeneponto, minta diganti rugi tapi tidak ada penyelesaian, ungkap Ali.

Sementara itu, kepala seksi Pertanahan, pada kantor dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKPP), Kabupaten Jeneponto, Sumiati mengatakan, mengenai hal tersebut silahkan konfirmasi ke bidang Aset Pak Musakkir.

Dikatakan Sumiati, itu persoalan dari tahun 2016 lalu. Saat itu kepala bidang Aset, Pak Musakkir yang tangani. Sekarang sudah diganti oleh kepala bidang Aset, Ibu Dahlia.

Menurut Sumiati, pada ditahun 2016 lalu, pihaknya tidak punya keterlibatan persoalan tersebut.

Nanti setelah masuk tahun 2017 kemarin kata dia, kantor dinas PKPP diberi wewenang menangani ganti rugi soal pembayaran lahan.

Ia mengaku, warga sudah dua kali mendatangi kantor, termasuk Lurah Empoang untuk mempertanyakan persoalan itu dan sudah diberi penjelasan.

"Saya mulai tangani ganti rugi lahan pada tahun 2017 kemarin. Jadi menyangkut ganti rugi saya memang yang tangani 2017 - 2019 untuk pembayaran lahan," demikian Sumi.

 

Editor : Samsir.
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu